Kendari – Langkah serius dalam mewujudkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terus ditunjukkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara. Kepala Kantor Wilayah, Topan Sopuan memimpin langsung kegiatan persiapan dan pemantapan desk evaluasi sebagai bagian krusial menghadapi penilaian oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum Tahun 2026. Senin (20/04)
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh konsolidasi ini dihadiri oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum, Candrafriandi Achmad, pejabat struktural, serta tim kerja pembangunan zona integritas. Seluruh peserta terlibat aktif dalam mengulas kesiapan masing-masing komponen pengungkit dan hasil, mulai dari aspek manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan bahwa desk evaluasi bukan sekadar forum penilaian, melainkan ruang untuk membuktikan kualitas reformasi birokrasi yang telah dibangun secara berkelanjutan. Ia meminta agar seluruh jajaran tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan narasi yang kuat dan berbasis pada capaian nyata.
“Desk evaluasi adalah etalase dari seluruh kerja keras kita. Apa yang kita tampilkan harus utuh, terukur, dan mampu menjawab substansi penilaian. Pastikan setiap data dukung tidak hanya lengkap, tetapi juga relevan dan menggambarkan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Kakanwil juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi antara dokumen, implementasi di lapangan, serta testimoni pengguna layanan. Menurutnya, keberhasilan meraih WBBM sangat ditentukan oleh sejauh mana inovasi dan perbaikan layanan mampu dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“WBBM bukan sekadar predikat, tetapi refleksi dari budaya kerja yang bersih, responsif, dan melayani. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa seluruh inovasi yang telah dibangun benar-benar berjalan dan memberikan manfaat,” lanjutnya.
Dalam forum tersebut, turut dilakukan simulasi desk evaluasi yang mencakup penyampaian paparan, pendalaman materi, serta strategi menjawab pertanyaan dari Tim Penilai Internal. Simulasi ini menjadi bagian penting untuk mengukur kesiapan tim sekaligus menyempurnakan alur penyampaian informasi agar lebih sistematis, lugas, dan meyakinkan.
Selain itu, dilakukan pula pemetaan potensi kendala serta langkah mitigasi yang perlu disiapkan. Setiap unit kerja diminta untuk melakukan finalisasi eviden, memperkuat koordinasi lintas bidang, serta memastikan tidak ada celah dalam pemenuhan indikator penilaian.

Kakanwil menutup arahannya dengan mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat kolektif dan komitmen bersama dalam menghadapi tahapan evaluasi ini.
“Kita sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana kita memastikan seluruh upaya ini tersaji dengan baik dan dapat meyakinkan tim penilai. Tetap solid, fokus, dan optimis,” pungkasnya.
Melalui persiapan yang matang dan terstruktur ini, Kanwil Kemenkum Sultra optimistis mampu menghadapi desk evaluasi dengan maksimal. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun birokrasi yang bersih, akuntabel, serta menghadirkan pelayanan publik yang prima menuju terwujudnya WBBM Tahun 2026.

