
Raha, 21 Januari 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara (Kanwil Kemenkum Sultra) melaksanakan kunjungan koordinasi strategis ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Muna dalam rangka mempercepat perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) atas produk unggulan dan inovasi lokal daerah.
Koordinasi ini difokuskan pada pemantapan peran BRIDA Kabupaten Muna sebagai penanggung jawab penyusunan Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis (IG) Tenun Masalili, yang merupakan persyaratan utama dalam proses pendaftaran IG. Perlindungan IG ini dinilai penting untuk menjaga keaslian motif dan teknik tenun khas Masalili sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap produk kerajinan unggulan daerah.
Selain itu, Kanwil Kemenkum Sultra bersama BRIDA juga membahas percepatan inventarisasi dan pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) khas Muna, serta rencana pendaftaran Paten Sederhana atas inovasi berbasis riset lokal berupa pupuk organik dari daun komba-komba yang dikombinasikan dengan limbah ikan. Kanwil Kemenkum Sultra menyatakan kesiapan memberikan pendampingan teknis dalam penyusunan dokumen dan klaim paten agar proses pendaftaran berjalan optimal.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sultra, Tubagus Erif Faturahman, menyampaikan bahwa sinergi antar instansi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai ekonomi produk lokal sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi para perajin dan inovator daerah. “Dengan dokumen deskripsi Indikasi Geografis yang valid serta pendaftaran paten sederhana, produk unggulan Kabupaten Muna akan memiliki kepastian hukum dan daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Topan Sopuan, menegaskan bahwa perlindungan kekayaan intelektual merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah. “Melalui penguatan Indikasi Geografis, pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal, serta pendaftaran paten sederhana, kami mendorong Kabupaten Muna agar mampu melindungi inovasi dan warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk unggulan daerah,” ujarnya.

