JAKARTA – Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan dan pemeliharaan aset negara, Tim Kerja Barang Milik Negara (BMN) Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan koordinasi strategis ke Biro BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum di Jakarta. Rabu (11/03/2026)


Kunjungan ini berfokus pada permohonan petunjuk teknis terkait rencana renovasi bangunan penggunaan bersama, sebuah langkah krusial untuk memastikan sarana dan prasarana penunjang pelayanan publik di Sulawesi Tenggara tetap dalam kondisi prima dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kedatangan tim dari Sulawesi Tenggara disambut langsung oleh Kepala Bagian Penatausahaan BMN Biro BMN Kementerian Hukum, Zulfikar. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas secara mendalam mengenai mekanisme pengajuan, standarisasi bangunan, hingga aspek akuntabilitas dalam renovasi aset yang digunakan secara kolektif oleh beberapa unit kerja.
Zulfikar memberikan arahan mengenai pentingnya ketepatan administratif dan kesesuaian spesifikasi bangunan agar proses renovasi tidak hanya meningkatkan estetika dan fungsi, tetapi juga tertib secara hukum dan pelaporan aset sesuai standar terbaru di Kementerian Hukum.
Renovasi ini dinilai sangat strategis mengingat bangunan penggunaan bersama merupakan titik temu berbagai layanan administrasi dan operasional. Koordinasi ini bertujuan untuk:
1. Efisiensi Anggaran: Memastikan setiap alokasi dana untuk renovasi memiliki dasar perencanaan yang kuat.
2. Optimalisasi Fungsi: Menyesuaikan tata ruang bangunan dengan kebutuhan pelayanan yang lebih modern dan dinamis.
3. Kepatuhan Regulasi: Menjamin tertib fisik, tertib hukum, dan tertib administrasi dalam pengelolaan BMN.
Kepala Kanwil Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, menegaskan bahwa koordinasi ke pusat adalah langkah wajib untuk menjaga integritas pengelolaan aset di wilayahnya.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah perbaikan infrastruktur di Sultra memiliki landasan yang tepat dan sesuai arahan Biro BMN Pusat. Renovasi bangunan penggunaan bersama ini bukan sekadar perbaikan fisik, tapi bagian dari komitmen kami dalam memberikan kenyamanan bekerja bagi pegawai dan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tegas Topan Sopuan.

