KENDARI – Kecepatan arus informasi di era digital kerap kali memicu terjadinya aksi saling klaim dan pemanfaatan konten tanpa izin di ruang publik. Menanggapi fenomena tersebut, Koordinator Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Indonesia Timur sekaligus Dosen Prodi Jurnalistik FISIP Universitas Halu Oleo, Dr. M. Djufri Rachim, S.P., M.Si., mengupas tuntas pentingnya menjaga integritas karya dalam Talkshow Kekayaan Intelektual yang digelar di Mauki Coffee Kendari, Minggu (17/05).



Membawakan materi bertajuk *"Etika Penggunaan Konten dan Hak Cipta dalam Dunia Media"*, Dr. Djufri Rachim mengingatkan bahwa kecepatan dalam memproduksi berita pada industri media siber sama sekali tidak boleh mengorbankan etika jurnalistik maupun hak cipta orang lain. Di hadapan para jurnalis, akademisi, dan praktisi penyiaran, ia menekankan bahwa menghormati karya intelektual pihak lain—baik berupa tulisan, foto, infografis, maupun video—adalah cerminan dari profesionalisme dan marwah media itu sendiri.
Sebagai akademisi sekaligus praktisi media, ia juga menyoroti maraknya praktik "copypaste" tanpa atribusi yang jelas, yang dinilai dapat merugikan ekosistem media kreatif secara keseluruhan. Dr. Djufri mengajak para insan pers dan pengelola media siber untuk menjadikan momentum kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara ini sebagai langkah bersama untuk memperketat kontrol kualitas produk jurnalistik, serta lebih cermat dalam memahami batasan penggunaan hak cipta di ruang digital.
Menurutnya, media siber harus mampu menjadi contoh dalam menyajikan informasi yang tidak hanya cepat dan menarik, tetapi juga bersih dari pelanggaran kekayaan intelektual. Dengan menjunjung tinggi etika publikasi digital dan menghargai orisinalitas karya, industri media di Sulawesi Tenggara diyakini akan tumbuh menjadi industri yang sehat, tepercaya, dan memiliki daya tawar yang tinggi di mata publik.
Merespons pandangan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Topan Sopuan, memberikan tanggapan positif secara terpisah mengenai peran strategis media massa.
"Apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada Dr. Djufri Rachim yang telah membedah pentingnya etika dan hak cipta dari sudut pandang media. Rekan-rekan media adalah mitra strategis Kanwil Kementerian Hukum Sultra dalam menyebarluaskan informasi sekaligus menjadi pilar edukasi bagi masyarakat. Kami berharap melalui pemahaman etika publikasi yang kuat ini, insan pers di Sulawesi Tenggara dapat menjadi pelopor dalam menghargai kekayaan intelektual, sehingga iklim informasi digital kita tidak hanya edukatif tetapi juga taat hukum dan menghormati hak-hak para pencipta karya," jelas Topan Sopuan.

